Jumat, 27 Mei 2016

Parenting in Digital Era

Seminggu lalu,  di kantor ada Learning Fair yang isinya sebagian besar tentang kehidupan Digital masyarakat. Beragam topik digital dibahas, seperti digital securities, digital innovation, social media, personal branding, digital travelling dan Digital Parenting. Sangat menarik pembahasannya. Namun sayang tidak dapat diikuti oleh masyarakat umum, karena hanya dapat diikuti karyawan tempat saya bekerja.










Yang menarik perhatian saya adalah Digital Parenting. Sesi ini dibawakan oleh Penyiar dan MC terkenal yaitu M. Farhan dan Mas Ari Soerjitro dari Ibox. Mas Farhan lebih menyoroti hubungan orang tua dan anaknya di era digital. Sementara Mas Ari lebih teknikal dengan menjabarkan beberapa bagaimana menggunakan Gadget, terutama gadget dari Apple sehingga lebih berguna bagi pendidikan keluarga.

Ada beberapa poin yang dapat saya sarikan dari learning ini. Beberapa tambahan saya selipkan untuk menambahkan kesadaran kita akan gadget dan teknologi... semoga berguna:

1. Teknologi dan informasi beserta dampak baik dan buruknya tidak bisa kita bendung. Sebagai orang  tua, kita harus mau tidak mau siap untuk mengerti dan mengikuti hal tersebut. Gadget yang merupakan bagian dari teknologi tidak dapat menggantikan peran orang tua dalam menjaga dan mendidik anak-anak. Namun teknologi dan gadget dapat  membantu orang tua menjalankan perannya.



2. Jangan memberikan gadget pada anak dibawah umur. Menurut penilaian saya, anak baru pantas memiliki gadgetnya sendiri, pada saat paling tidak berumur 10-11 tahun. Dibawah umur itu, penggunaan gadget sebaiknya didampingi salah satu orang tua.



3. Batasi penggunaan gadget pada anak-anak dan kita sendiri. Penggunaan gadjet yang berlebihan dapat menimbulkan efek negatif seperti kerusakan atau terganggunya penglihatan, keram otot tangan karena terus berada pada satu posisi. Sebaiknya untuk 1 jam penggunaan gadget apapun termasuk PC (personal computer), diperlukan istirahat sekitar 15 menit.

4. Beberapa pengaruh dan dampak negatif dari Gadget dan teknologi dapat kita kurangi dan batasi dengan fungsi-fungsi yang memang sudah tersedia dan sangat mudah untuk dilakukan. Parental Lock, Restriction function, perhatian pada rating umur terhadap aplikasi-aplikasi yang tersedia di toko-toko aplikasi adalah beberapa hal mudah yang dapat kita gunakan untuk hal tersebut. Cari bagaimana mengaktifkan fungsi-fungsi tersebut pada panduan pengguna atau search engine seperti google atau yahoo.

5. Sebagai orang tua biasakan membaca panduan pengguna (user's guide) atas gadget dan aplikasi yang kita beli. Pemerintah mengharuskan produsen / penjual gadget untuk memberikan panduan pengguna dalam bahasa Indonesia dengan tujuan dapat lebih mudah dipahami. Hal ini sebenarnya bukan hanya untuk gadget saja, namun alat-alat elektronik yang semakin SMART  seperti Smart TV, smart refrigerator dan lain-lain, sehingga kita tidak salah menggunakan atau malah merusak perangkat yang kita beli.


Selain gadgetnya, perhatikan aplikasi-aplikasi, film, musik dan ebook yang kita beli. Masih banyak orang tua kadang berpikir bahwa film kartun or superhero pasti baik untuk anak-anak. Ternyata banyak film kartun dan superhero yang memang dibuat untuk konsumsi dewasa.
Kita harus hati-hati dalam hal ini.

6. Hati-hati dengan aplikasi atau game yang dapat kita peroleh secara gratis. Biasanya dalam aplikasi ini akan ada banner atau iklan yang kadang tidak cocok untuk anak kita. Aplikasi gratis dapat kita gunakan untuk mencoba aplikasi tersebut. Setelah memang berguna, beli full version dari aplikasi tersebut sehingga banner dan iklan tidak lagi tampil.





7. Perhatikan History dari search engine yang digunakan anak-anak kita. Dari history list ini, kita akan dapat melihat website dan link-link mana yang mereka telah klik atau mereka hampiri. History list tidak cuma ada pada browser seperti google chrome, mozilla firefox dan lain-lain,  namun juga tersedia pada website video seperti youtube dan lainnya.





8. Ada banyak aplikasi yang tersedia di toko aplikasi yang dapat digunakan untuk pendidikan anak. Cari aplikasi tersebut di kategori pendidikan, dan search engine akan menampilkan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk pendidikan. Jika belum tahu caranya mencari kategori tersebut, maka anda harus belajar lagi cara menggunakan gadget dan toko aplikasi anda. Anda dapat menggunakan search engine semacam google atau yahoo.





9. Karena saya ada di bidang perencanaan keuangan, saya dapat menambahkan bahwa ada banyak aplikasi-aplikasi yang dapat kita gunakan untuk perencanaan keuangan kita. Aplikasi-aplikasi ini dapat digunakan untuk mencatat pengeluaran, menentukan dan menjaga anggaran yang sangat kita butuhkan dalam perencanaan keuangan. Saya pribadi menggunakan HomeBugdet versi berbayar yang tersedia di Playstore Android atau Appstore Apple. Silahkan telusuri, coba dan kalau memang cocok boleh beli full versionnya.



Demikian beberapa poin yang dapat saya bagi pada posting ini. Semoga berguna bagi kita semua sebagai orang tua dan pengguna gadget yang semakin hari semakin pintar.

Tidak ada komentar: